Elektronika Dasar Catu Daya: Rangkaian Penyearah Gelombang
Catu Daya: Rangkaian Penyearah Gelombang
Abstrak
Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang senantiasa ada dalam rangkaian elektronik rumah tangga. Hal itu dikarenakan rangkaian penyearah berguna untuk mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Rangkaian tersebut kali ini menjadi objek praktikum dengan tujuan untuk diamati sinyal keluarannya (output), kurva pembebanannya dan mengamati kualitas rangkaiannya. Rangkaian percobaan yang diambil terdiri dari tiga rangkaian dengan menggunakan metode ilmiah yang diterapkan pada ketiganya. Rangkaian tersebut terdiri dari dua jenis yaitu rangkaian penyearah setengah gelombang dan rangkaian penyearah gelombang penuh. Masing-masing rangkaian tersebut menghasilkan sebuah sinyal output yang berbeda-beda di mana rangkaian 3 memiliki kestabilan dibanding rangkaian dua karena memiliki kapasitor dan rangkaian dua lebih efisien mengambil energi listrik dibanding rangkaian satu karena kedua gelombang terserap menjadi arus searah.
Kata Kunci: Efisien, Gelombang, Penyearah, Stabil
I. Tujuan
a) Mengamati sinyal output dan kurva pembebanan pada rang-kaian
penyearah setengah ge-lombang.
b) Mengamati sinyal output dan kurva pembebanan pada rang-kaian
penyearah gelombang penuh.
c) Mengamati sinyal output dan kurva pembebanan pada rangkaian
penyearah gelom-bang dengan
tapis dan me-nentukan tegangan
riaknya
II. Teori Dasar
Rangkaian penyearah merupakan
rangkaian yang mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Pada dasarnya rangkaian
penyearah dapat dikelompokkan berdasarkan keluaran gelombangnya menjadi 2 jenis, yaitu:
a) Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang.
b) Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh dengan Center Tap (CT).
Pada rangkaian penyearah sete
ngah gelombang dioda dalam kondisi
menghantar (conduct) pada setengah pe rioda positif, dioda tersebut pada keadaaan (forward bias) sehingga arus mengalir dan melewati tahanan beban RL. Pada saat setengah perioda negatif, dioda bersifat menghambat (reverse bias) nilai tahanan dioda sangat tinggi dan dioda tidak menghantar. Rangkaiannya seperti pada Gambar 1.
Gambar 1. Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang
Pada rangkaian penyearah gelombang penuh dengan CT, jika kedua ujung mempunyai polaritas, ujung A berpolaritas positif dan ujung B berpolaritas negatif. Pada saat ini dioda 1 menghantar (conduct) sedangkan dioda 2 tidak menghantar (reverse bias). Pada saat A berpolaritas negatif , sedang B berpolaritas positif, pada saat ini dioda 2 menghantar sedangkan dioda 1 tidak menghantar.
Rangkaiannya seperti pada Gambar 2. Gambar 2. Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh
Selain itu, dalam rangkaian penyearah gelombang penuh dapat digunakan kapasitor sebagai stabilizer. Rangkaian menjadi seperti pada Gambar 3.
Gambar 3. Rangkaian Penyearah Gelombang dengan Tapis
Dengan adanya pemasangan sebuah kapasitor pada penyearah gelombang dengan tapis ini, menjadikan tegangan keluaran tidak akan segera turun walaupun tegangan masukan sudah turun. Hal ini disebabkan karena kapasitor memerlukan waktu untuk mengo songkan muatannya. Tegangan yang
terjadi dikenal dengan tegangan riak (ripple voltage).
Kualitas rangkaian penyearah dengan tapis dinyatakan dengan peak to peak ripple ratio (pprr) yang secara matematis ditulis sebagai berikut
(1) dengan
(2) Vp merupakan tegangan puncak dan Vrpp merupakan tegangan riak. Untuk rangkaian gelombang penuh, tegangan riak memiliki hubungan seperti pada persamaan (3).
(3)
Sedangkan pada rangkaian setengah gelombang, tegangan riak memiliki hubungan seperti pada persamaan (4).
(4)
III. Data
Dari sebuah rangkaian percobaan
1, 2 dan 3 berturut-turut Gambar 4., Gambar 5. dan Gambar 6.
Gambar 4. Rangkaian Percobaan 1
Gambar 5. Rangkaian Percobaan 2
Gambar 6. Rangkaian Percobaan 3
dengan gambar grafik percobaan masing-masing berturut-turut Gambar 7., Gambar 8. dan Gambar 9.
Gambar 7. Grafik percobaan 1
Gambar 8. Grafik percobaan 2
Gambar 9. Grafik percobaan 3
didapatkan sebuah hasil data per cobaan 1, 2 dan 3 berturut-turut. Tabel 1. Hasil Data Percobaan 1 Vin= 6 Volt
No. RL(Ω) V (Volt) I(mA) 1. 10 4.54 454 2. 20 4.55 228 3. 30 4.56 152 4. 40 4.57 114 5. 50 4.58 91.5 6. 60 4.58 76.3
7. 70 4.58 65.5
8. 80 4.59 57.3
9. 90 4.59 51
10. 100 4.59 45.9
Tabel 2. Hasil Data Percobaan 2
Vin= 6 Volt
No. RL(Ω) V (Volt) I(mA) 1. 10 4.58 458
2. 20 4.58 228
3. 30 4.60 153
4. 40 4.61 115
5. 50 4.62 92.3
6. 60 4.62 77
7. 70 4.62 65.5
8. 80 4.63 57.8
9. 90 4.63 51.4
10. 100 4.63 46.3
Tabel 3. Hasil Data Percobaan 3
Vpp VDC f C RL 12 V 1.91 V 50 Hz 220µF 10Ω Vrpp pprr
4.5 V 8.6%
IV. Pengolahan Data
Dari data percobaan 1 dan
percobaan 2 di atas, didapatkan kurva Gambar 10. berikut.
Sedangkan untuk percobaan 3 memiliki kualitas rangkaian penyearah sebesar 8.6%.
Dari data ketiga percobaan diatas,
Gambar 9. memiliki kestabilan, kare na gelombang tidak sampai jatuh ke titik nol, sedangkan pada Gambar 8. tegangan menyentuh nilai mínimum nol dan Gambar 7. juga sama demikian dengan jangkauan antar gelombang yang lumayan jauh.
V. Analisis
Dari pengolahan data di atas,
khususnya pada percobaan 1 dan 2, nilai tegangan dan arus pada hambatan beban 10Ω hampir sama. Hal itu wajar, karena dalam satu gelombang
memiliki nilai Vp sebesar 6 Volt. Namun, jika dilihat dari Gambar
7. dan Gambar 8., rangkaian percobaan 2 lebih banyak menyerap energi listrik dibandingkan energi yang diserap rangkaian percobaan 1. Hal tersebut dikarenakan rangkaian percobaan 2 memiliki dua dioda penyearah sedangkan rangkaian percobaan hanya satu dioda.
Selanjutnya antara percobaan 2
dan 3, Gambar 9. menunjukkan bahwa rangkaian percobaan 3 memiliki kestabilan dibandingkan rangkaian percobaan 2 yang sampai menyentuh nilai 0 pada tegangannnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.
VI. Simpulan
Dari laporan di atas, didapatkan bahwa:
a) Percobaan 1 memiliki jangkauan antar gelombang yang lebih luas
dibanding percobaan 2
dikarenakan kehilangan
gelombang.
b) Percobaan 2 lebih efisien mengambil energi listrik
dibanging percobaan 1.
c) Percobaan 3 lebih stabil dibanding percobaan 2
VII. Pustaka
[1]. Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Rangkaian
Penyearah, ----:------
[2]. Surjono, Herman Dwi, 2011, Elektronika: Teori dan
Penerapan, Jember: Cerdas Ulet
Kreatif
Komentar
Posting Komentar