Elektronika Dasar Op-Amp: Penguat Non Inverting dan Penguat Inverting


Op-Amp: Penguat Non Inverting dan Penguat Inverting 

Abstrak 

Percobaan kali ini membahas Op-Amp. Penguat Operasi atau disebut dengan Op-Amp (Operational  Amplifier) adalah suatu penguat beda (penguat diferensial) yang mempunyai penguatan tegangan sangat tinggi dengan  impedansi masukan tinggi dan impedansi keluaran rendah. Berdasarkan pengeluaran fase gelombangnya, rangkaian  Op-Amp terdiri dari 2 jenis, yaitu rangkaian penguat inverting dan rangkaian penguat non inverting. Percobaan ini  bertujuan untuk memahami penggunaan Op-Amp sebagai penguat Non Inverting dan memahami penggunaan Op Amp sebagai penguat Inverting dengan metode yang digunakan berupa metode ilmiah dengan media Proteus 8  Professional. Percobaan ini menghasilkan data tabel, kurva antara Gain dan frekuensi, serta kurva tegangan keluaran  dari osiloskop yang nantinya akan diolah dan menghasilkan kesimpulan berupa pengaruhnya nilai  hambatan/impedansi terhadap nilai gain dan bandwidth, nilai frekuensi perhitungan secara teoritis nilai gain, serta 

tegangan keluaran fase gelombang. 

Kata Kunci: Bandwidth, Fase, Gain, Op-Amp 

I. Tujuan 

a) Memahami penggunaan Op-Amp  sebagai penguat Non Inverting

b) Memahami penggunaan Op-Amp  sebagai penguat Inverting

II. Teori Dasar 

Penguat Operasi atau disebut  

dengan Op-Amp (Operational Amplifier)  adalah suatu penguat beda (penguat  diferensial) yang mempunyai  penguatan tegangan sangat tinggi  dengan impedansi masukan tinggi dan  impedansi keluaran rendah. Op-Amp  merupakan rangkaian terintegrasi yang  dikemas dalam bentuk chip, sehingga sangat praktis penggunaannya.  Penggunaan Op-Amp sangat luas,  termasuk diantaranya sebagai osilator,  filter, rangkaian instrumentasi. 

Berdasarkan pengeluaran fase  

gelombangnya, rangkaian Op-Amp  terdiri dari 2 jenis, yaitu: 

a) Rangkaian Penguat Inverting

b) Rangkaian Penguat Non Inverting

Pada rangkaian penguat inverting berarti suatu penguat yang keluarannya  selalu berlawanan fase dengan  masukannya. Op-Amp yang berfungsi  sebagai penguat inverting terlihat pada  Gambar 1. 

Gambar 1. Rangkaian Op-Amp Penguat  Inverting 

Sedangkan perhitungan pada Op-Amp  penguat inverting sebagai berikut:       (1) 

Pada rangkaian penguat non  inverting berarti suatu penguat yang  keluarannya tidak berlawanan fasa  dengan masukannya (sefasa). Op-Amp  yang berfungsi sebagai penguat non  inverting terlihat pada Gambar 2.


Gambar 2. Rangkaian Op-Amp Penguat  Non Inverting 

Sedangkan perhitungan pada Op-Amp  penguat non inverting sebagai berikut:        (2) Selain itu, juga ada yang dikenal  

dengan sebutan Operational Amplifier  (Op-Amp) yang ideal dengan  karakteristik sebagai berikut: 

Penguatan Tegangan Open-loop  atau Av = ∞ (tak terhingga) 

Tegangan Offset Keluaran  (Output Offset Voltage) atau  

Voo = 0 (nol) 

Impedansi Masukan (Input  Impedance) atau Zin= ∞ (tak  

terhingga) 

Impedansi Output (Output  Impedance ) atau Zout = 0 (nol) 

Lebar Pita (Bandwidth) atau BW  = ∞ (tak terhingga) 

Karakteristik tidak berubah  dengan suhu 

III. Data 

Dari sebuah rangkaian percobaan  

1 dan 2 berturut-turut Gambar 3. dan  Gambar 4. 

Gambar 3. Rangkaian Percobaan 1 

Gambar 4. Rangkaian Percobaan 2 dengan gambar grafik percobaan masing-masing berturut-turut Gambar  5. dan Gambar 6. 

Gambar 5. Grafik percobaan 1 

Gambar 6. Grafik percobaan 2 

dengan tegangan masukan berwarna  biru dan tegangan keluaran berwarna  kuning pada percobaan 1 serta  kebalikannya pada percobaan 2. 

Dari percobaan 1 dan percobaan 2  dengan konfigurasi hambatan yang  telah ditentukan, didapatkan 8 data  percobaan berupa tabel (4 tabel tiap  masing-masing percobaan). 

Tabel 1. Hasil Data Percobaan 1 Ke-1

Ri=100Ω 

Rf=470

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

2.92 

2.92

0.002 

2.92 

2.92



0.003 

2.92 

2.92

0.004 

2.92 

2.92

0.005 

2.92 

2.92

0.006 

2.92 

2.92

0.007 

2.92 

2.92

0.008 

2.92 

2.92

0.009 

2.92 

2.92

0.01 

2.92 

2.92

0.02 

2.92 

2.92

0.03 

2.92 

2.92

0.04 

2.92 

2.92

0.05 

2.92 

2.92

0.06 

2.92 

2.92

0.07 

2.92 

2.92

0.08 

2.92 

2.92

0.09 

2.92 

2.92

0.1 

2.92 

2.92

0.2 

2.01 

2.01

0.3 

1.5 

1.5

0.4 

1

0.5 

0.76 

0.76

0.6 

0.76 

0.76

0.7 

0.70 

0.70

0.8 

0.59 

0.59

0.9 

0.55 

0.55

0.55 

0.55

0.25 

0.25

0.16 

0.16

0.13 

0.13

0.1 

0.1

0.08 

0.08

0.08 

0.08

0.06 

0.06

0.06 

0.06

10 

0.05 

0.05



Tabel 2. Hasil Data Percobaan 1 Ke-2 

Ri=470Ω 

Rf=10k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.00001 

0.79 

0.79

0.00002 

0.79 

0.79

0.00003 

0.79 

0.79

0.00004 

0.79 

0.79

0.00005 

0.79 

0.79

0.00006 

0.79 

0.79

0.00007 

0.79 

0.79

0.00008 

0.79 

0.79

0.00009 

0.79 

0.79

0.0001 

0.79 

0.79

0.0002 

0.75 

0.75

0.0003 

0.75 

0.75

0.0004 

0.75 

0.75

0.0005 

0.75 

0.75

0.0006 

0.75 

0.75

0.0007 

0.75 

0.75

0.0008 

0.75 

0.75

0.0009 

0.74 

0.74

0.001 

0.74 

0.74

0.002 

0.74 

0.74

0.003 

0.74 

0.74



Tabel 3. Hasil Data Percobaan 1 Ke-3 

Ri=4.7kΩ 

Rf=10k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

3.19 

3.19

0.002 

3.19 

3.19

0.003 

3.19 

3.19

0.004 

3.19 

3.19

0.005 

3.19 

3.19

0.006 

3.19 

3.19

0.007 

3.19 

3.19

0.008 

3.19 

3.19

0.009 

3.19 

3.19

0.01 

3.19 

3.19

0.02 

3.19 

3.19

0.03 

3.19 

3.19

0.04 

3.19 

3.19

0.05 

3.19 

3.19

0.06 

3.19 

3.19

0.07 

3.19 

3.19

0.08 

3.19 

3.19

0.09 

3.19 

3.19

0.1 

3.19 

3.19

0.2 

3.19 

3.19

0.3 

3.19 

3.19

0.4 

2.69 

2.69

0.5 

2.69 

2.69

0.6 

2.69 

2.69

0.7 

2.69 

2.69

0.8 

2.5 

2.5

0.9 

2.09 

2.09

2.09 

2.09

1.17 

1.17

0.76 

0.76



Tabel 4. Hasil Data Percobaan 1 Ke-4

Ri=10kΩ 

Rf=100k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

10.66 

10.66

0.002 

10.66 

10.66

0.003 

10.66 

10.66

0.004 

10.66 

10.66

0.005 

10.66 

10.66

0.006 

10.66 

10.66

0.007 

10.66 

10.66

0.008 

10.66 

10.66

0.009 

10.66 

10.66

0.01 

10.66 

10.66

0.02 

10.66 

10.66

0.03 

10.66 

10.66

0.04 

10.66 

10.66

0.05 

10.66 

10.66

0.06 

10.66 

10.66

0.07 

10.66 

10.66

0.08 

10.66 

10.66

0.09 

10.66 

10.66

0.1 

10.66 

10.66

0.2 

9.08 

9.08

0.3 

6.75 

6.75

0.4 

6.00 

6.00

0.5 

5.00 

5.00



0.6 

4.16 

4.16

0.7 

3.48 

3.48

0.8 

3.27 

3.27

0.9 

2.96 

2.96

2.5 

2.5

1.17 

1.17

0.77 

0.77



Tabel 5. Hasil Data Percobaan 2 Ke-1 

Ri=100Ω 

Rf=470

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

4.6 

4.6

0.002 

4.6 

4.6

0.003 

4.6 

4.6

0.004 

4.6 

4.6

0.005 

4.7 

4.7

0.006 

4.7 

4.7

0.007 

4.7 

4.7

0.008 

4.7 

4.7

0.009 

4.7 

4.7

0.01 

4.7 

4.7

0.011 

4.7 

4.7

0.012 

4.7 

4.7

0.02 

4.7 

4.7

0.03 

4.7 

4.7

0.05 

4.7 

4.7

0.06 

4.7 

4.7

0.09 

4.6 

4.6

0.1 

4.6 

4.6



Tabel 6. Hasil Data Percobaan 2 Ke-2 

Ri=470Ω 

Rf=10k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.00002 

0.25 

0.25

0.00003 

0.25 

0.25

0.00005 

0.25 

0.25

0.00006 

0.25 

0.25

0.00007 

0.25 

0.25

0.0001 

0.25 

0.25

0.0002 

0.25 

0.25

0.0004 

0.22 

0.22

0.0005 

0.22 

0.22

0.0006 

0.22 

0.22

0.0008 

0.22 

0.22

0.0009 

0.22 

0.22

0.001 

0.22 

0.22

0.0011 

0.22 

0.22

0.0012 

0.22 

0.22



Tabel 7. Hasil Data Percobaan 2 Ke-3 

Ri=4.7kΩ 

Rf=10k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

2

0.002 

2

0.003 

2

0.005 

2

0.01 

2

0.011 

2

0.015 

2.1 

2.1

0.02 

2.1 

2.1

0.05 

2.1 

2.1



0.06 

2.1 

2.1

0.07 

2.1 

2.1

0.09 

2.1 

2.1

0.1 

2.1 

2.1

0.25 

2

0.4 

2

1.25 

1.25



Tabel 8. Hasil Data Percobaan 2 Ke-4 

Ri=10kΩ 

Rf=100k

f (MHz) 

Vin(Volt) 

Vout(Volt) 

G

0.001 

5

0.002 

5

0.003 

5

0.005 

5

0.01 

5

0.011 

5

0.015 

5

0.02 

5

0.05 

5

0.06 

5

0.07 

5

0.09 

5

0.1 

5

0.25 

5

0.4 

5

2.5 

2.5

1.18 

2



dengan perhitungan secara teoritis  menghasilkan Gain pada percobaan 1  secara berturut-turut sebesar 5.7,  22.27, 3.13, 11 serta pada percobaan 2  secara berturut-turut sebesar -4.7, - 

21.27, -2.13, -10. 

IV. Pengolahan Data 

Dari data percobaan 1 dan  

percobaan 2 di atas, didapatkan kurva berturut-turut Gambar 7., Gambar 8. merupakan kurva percobaan 1 dan Gambar 9., Gambar 10., serta  

Gambar 11. merupakan kurva  percobaan 2.

4  

n

a

d

 

3

 

,

1

-

e

K

 

1

 

n

a

a

b

o

c

r

e

P

 

a

t

a

D

 

a

v

r

u

K

 

.

7

 

r

a

b

m

a

G

2 -

e

K

 

1

 

n

a

a

b

o

c

r

e

P

 

a

t

a

D

 

a

v

r

u

K

 

.

8

 

r

a

b

m

a

G

1 -

e

K

2  

n

a

a

b

o

c

r

e

P

 

a

t

a

D

 

a

v

r

u

K

 

.

9

 

r

a

b

m

a

G

2

-

e

K

2  

n

a

a

b

o

c

r

e

P

 

a

t

a

D

 

a

v

r

u

K

 

.

0

1

 

r

a

b

m

a

G

4

-

e

K

 

n

a

d

 

3

-

e

K

 

n

a

a

b

o

c

r

e

P

 

a

t

a

D

 

a

v

r

u

K

 

.

0

1

 

r

a

b

m

a

G

  

Selanjutnya, kurva pada osiloskop  

menunjukkan bahwa gelombang pada  Op-Amp penguat inverting memiliki  beda fase (kebalikan) dengan  gelombang sumber. Sedangkan pada  OP-Amp penguat non inverting  memiliki fase gelombang yang sama. 

VI. Simpulan 

Dari laporan di atas, didapatkan  bahwa: 

a) Hambatan mempengaruhi nilai  Gain dan Bandwidth pada  

rangkaian Op-Amp. 

b) Op-Amp penguat non inverting memiliki fase gelombang yang  

sama dengan tegangan  

sumbernya, sedangkan pada Op 

Beberapa kurva dipisah karena nilainya  yang sangat kecil, sehingga tidak  dimungkinkan bersanding dengan data  yang besar. Jika dilakukan, hal ini  menyebabkan pembacaan grafik  menjadi kurang efektif. 

V. Analisis 

Dari pengolahan data di atas, 

terlihat bahwa seluruh kurva  mengalami penurunan tegangan keluar  pada frekuensi tertentu. Hal itu  dikarenakan setiap rangkaian yang  dirakit dengan kombinasi hambatan  menghasilkan nilai rentang bandwidth yang berbeda-beda. Sehingga semakin  tinggi frekuensi, maka semakin kecil  nilai tegangan keluarannya. 

Selain itu, nilai Gain yang berbeda  

antara teori dan praktik dikarenakan  nilai frekueni yang digunakan. Nilai  Gain secara teori didasarkan pada nilai  frekuensi 1 Hz, sedangkan pada  praktik tidak menggunakan nilai  frekuensi 1 Hz. Nilai Gain secara  teoritis dari penguat inverting bertanda  negatif dikarenakan fase yang  berlawanan dengan tegangan  masukannya. Nilai impedansi  /hambatan juga mempengaruhi nilai  Gain sebagaimana dilihat dari kurva  pada pengolahan data. 

Amp penguat inverting 

keterbalikan. 

c) Nilai Gain yang dihitung secara  teoritis didapat ketika frekuensi  

tegangan masukan sebesar 1 Hz. 

VII. Pustaka 

[1]. Surjono, Herman Dwi, 2011,  Elektronika Lanjut, Jember:  

Cerdas Ulet Kreatif 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penyimpanan Dan Transmisi Data Dalam Bentuk Analog Dan Digital Serta Penerapannya Dalam Bentuk Teknologi Informasi Dan Komunikasi Yang Nyata

PERCOBAAN GELOMBANG BERJALAN PADA BIDANG/PERMUKAAN

Contoh Elektronika Dasar Rangkaian Setara Thévenin