Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/Semester : XI/SATU
Kompetensi Inti:
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar | Materi Pembelajaran | Kegiatan Pembelajaran | Indikator | Penilaian | Alokasi Waktu | Sumber Belajar |
Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari
| Keseimbangan dan dinamika rotasi: Torsi Momen Inersia Keseimbangan benda tegar Titik berat Momentum sudut
| Mengamati Menanya Eksperimen Mengkomunikasikan | Memahami konsep momen gaya melalui pengamatan demonstrasi mendorong benda dengan posisi gaya yang berbeda-beda berupa video. Memahami penerapan keseimbangan benda titik, benda tegar dengan menggunakan resultan gaya dan momen gaya. Memahami penerapan konsep momen inersia, momentum sudut. Menghitung hasil percobaan titik berat. Menganalisis keadaan benda (tegar atau dinamis).
| Tugas Memecahkan masalah sehari-hari berkaitan dengan materi Observasi Checklist lembar pengamatan kegiatan eksperimen dan diskusi eksperimen Protofolio Laporan hasil diskusi, tugas rumah, dan lain sebagainya Tes Tes lisan mengenai keseluruan materi | 12 JP (3 × 4 JP) | Sumber: Alat: |
Merencanakan dan melaksanakan percobaan titik berat dan keseimbangan benda tegar
|
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pembelajaran : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : XI/SATU
Program : MIA
Materi Pokok : Energi dan Usaha
Alokasi Waktu : 2×45 Menit
Kompetensi Inti (KI)
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar | Indikator |
Menerapkan konsep torsi, momen inersia, titik berat, dan momentum sudut pada benda tegar (statis dan dinamis) dalam kehidupan sehari-hari
| Memahami konsep momen gaya melalui pengamatan demonstrasi mendorong benda dengan posisi gaya yang berbeda-beda berupa video. Memahami penerapan keseimbangan benda titik, benda tegar dengan menggunakan resultan gaya dan momen gaya. Memahami penerapan konsep momen inersia, momentum sudut.
|
Merencanakan dan melaksanakan percobaan titik berat dan keseimbangan benda tegar
| Menghitung hasil percobaan titik berat. Menganalisis keadaan benda (tegar atau dinamis).
|
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami konsep momen gaya melalui pengamatan demonstrasi mendorong benda dengan posisi gaya yang berbeda-beda berupa video.
Memahami penerapan keseimbangan benda titik, benda tegar dengan menggunakan resultan gaya dan momen gaya.
Memahami penerapan konsep momen inersia, momentum sudut.
Menghitung hasil percobaan titik berat.
Menganalisis keadaan benda (tegar atau dinamis).
Materi Pembelajaran
Momen gaya
Momen inersia
Titik berat
Keseimbangan benda tegar
Momentum sudut pada benda tegar dan dinamis
Metode/Model Pembelajaran
Model : Discovery Learning
Metode : Tanya jawab, wawancara, dan diskusi
Pendekatan : Saintifik
Media, Alat dan Sumber Belajar
Media : Laptop, slide power point
Alat : Papan, Penggaris, Tali, Paku
Sumber Belajar : Buku Fisika untuk SMA/MA Kelas XI Marthen Kanginan.
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan | Rincian Kegiatan | Alokasi Waktu |
Pendahuluan | Orientasi Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya. Guru mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung. Guru mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan Guru memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Guru memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Guru membagi kelompok belajar Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
| 15 menit |
Stimulation (stimullasi/ pemberian rangsangan) | Melihat Guru menayangkan video yang relevan. | 150 menit |
Problem statemen (pertanyaan/ identifikasi masalah) | Mengajukan pertanyaan Guru menanyakan konsep-konsep Momen gaya dan inersia yang terdapat pada video. |
Data collection (pengumpulan data) | Mengamati obyek/kejadian Peserta didik mengamati dengan seksama materi Momen gaya dan inersia yang sedang dipelajari dalam bentuk video yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya. Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber Guru mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Momen gaya dan inersia yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru. |
Data processing (pengolahan Data) | Mengolah Informasi Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Momen gaya dan inersia. |
Verification (pembuktian) | Penalaran Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik. |
Generalization (menarik kesimpulan) | Penarikan Kesimpulan Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi Momen gaya dan inersia |
Penutup
|
Guru mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Momen gaya dan inersia yang baru diselesaikan. Guru mengagendakan materi atau tugas portofolio yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah. Guru memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran Momen gaya dan inersia. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas portofolio dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas portofolio pada materi pelajaran Momen gaya dan inersia. Guru memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Momen gaya dan inersia kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
| 15 menit |
Pertemuan Kedua
Kegiatan | Rincian Kegiatan | Alokasi Waktu |
Pendahuluan | Orientasi Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya. Guru mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung. Guru mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan Guru memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Guru memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Guru membagi kelompok belajar Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
| 15 menit |
Stimulation (stimullasi/ pemberian rangsangan) | Mendengar Guru memberi materi Keseimbangan benda tegar dan titik berat. | 150 menit |
Problem statemen (pertanyaan/ identifikasi masalah) | Mengajukan pertanyaan Guru menanyakan konsep-konsep Keseimbangan benda tegar dan titik berat. |
Data collection (pengumpulan data) | Mengamati obyek/kejadian Peserta didik mengamati dengan seksama materi Keseimbangan benda tegar dan titik berat yang sedang dipelajari dalam bentuk percobaan yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya. Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber Guru mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Keseimbangan benda tegar dan titik berat. |
Data processing (pengolahan Data) | Mengolah Informasi Peserta didik menghitung dan menganalisis dari data percobaan mengenai materi Keseimbangan benda tegar dan titik berat. |
Verification (pembuktian) | Penalaran Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban hasil perhitungan dan analisis yang telah dikerjakan oleh peserta didik. |
Generalization (menarik kesimpulan) | Penarikan Kesimpulan Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi Keseimbangan benda tegar dan titik berat.
|
Penutup
| Guru mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Keseimbangan benda tegar dan titik berat yang baru diselesaikan. Guru mengagendakan materi atau tugas portofolio yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah. Guru memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran Keseimbangan benda tegar dan titik berat. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas portofolio dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas portofolio pada materi pelajaran Keseimbangan benda tegar dan titik berat. Guru memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Keseimbangan benda tegar dan titik berat kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
| 15 menit |
Pertemuan Ketiga
Kegiatan | Rincian Kegiatan | Alokasi Waktu |
Pendahuluan | Orientasi Guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran Guru memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin Guru menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.
Aperpepsi Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya. Guru mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya. Guru mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi Guru memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung. Guru mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan Guru memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu. Guru memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung Guru membagi kelompok belajar Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
| 15 menit |
Stimulation (stimullasi/ pemberian rangsangan) | Melihat Guru menayangkan video yang relevan. | 150 menit |
Problem statemen (pertanyaan/ identifikasi masalah) | Mengajukan pertanyaan Guru menanyakan konsep-konsep Momentum sudut yang terdapat pada video. |
Data collection (pengumpulan data) | Mengamati obyek/kejadian Peserta didik mengamati dengan seksama materi Momentum sudut yang sedang dipelajari dalam bentuk video yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya. Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber Guru mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Momentum sudut yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru. |
Data processing (pengolahan Data) | Mengolah Informasi Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Momentum sudut. |
Verification (pembuktian) | Penalaran Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik. |
Generalization (menarik kesimpulan) | Penarikan Kesimpulan Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi Momentum sudut |
Penutup
|
Guru mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Momentum sudut yang baru diselesaikan. Guru mengagendakan materi atau tugas portofolio yang harus mempelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah. Guru memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran Momentum sudut. Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas portofolio dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas portofolio pada materi pelajaran Momentum sudut. Guru memberikan penghargaan untuk materi pelajaran Momentum sudut kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
| 15 menit |
Penilaian Hasil Pembelajaran
Teknik Penilaian
Sikap
Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
No | Nama Siswa | Aspek Perilaku yang Dinilai | Jumlah Skor | Skor Sikap | Kode Nilai |
BS | JJ | TJ | DS |
1 | Soenarto | 75 | 75 | 50 | 75 | 275 | 68,75 | C |
2 |
| ... | ... | ... | ... | ... | ... | ... |
Keterangan :
• BS : Bekerja Sama
• JJ : Jujur
• TJ : Tanggun Jawab
• DS : Disiplin
Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Cukup
25 = Kurang
2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400
3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri.
No | Pernyataan | Ya | Tidak | Jumlah Skor | Skor Sikap | Kode Nilai |
1 | Selama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide/gagasan. |
| 50 | 250 | 62,50 | C |
2 | Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara. |
| 50 |
3 | Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok. |
| 50 |
4 | Saya mengikuti jalannya diskusi | 100 |
|
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan
Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri.
Nama yang diamati : ...
Pengamat : ...
No | Pernyataan | Ya | Tidak | Jumlah Skor | Skor Sikap | Kode Nilai |
1 | Mau menerima pendapat teman. | 100 |
| 450 | 90,00 | SB |
2 | Memberikan solusi terhadap permasalahan. | 100 |
|
3 | Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok. |
| 100 |
4 | Marah saat diberi kritik. | 100 |
|
5 | Mengemukakan pendapat dengan sopan |
| 50 |
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
Pengetahuan
Praktek Monolog atau Dialog
Penilaian Aspek Percakapan
No | Aspek yang Dinilai | Skala | Jumlah Skor | Skor Sikap | Kode Nilai |
|---|
25 | 50 | 75 | 100 |
|---|
1 | Intonasi |
|
|
|
|
|
|
|
2 | Pelafalan |
|
|
|
|
3 | Kelancaran |
|
|
|
|
4 | Ekspresi |
|
|
|
|
5 | Penampilan |
|
|
|
|
6 | Gestur |
|
|
|
|
Tugas Rumah
a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik
b. Peserta didik meminta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik
c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.
Keterampilan
Instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:
Instrumen Penilaian
No | Aspek yang Dinilai | Sangat Baik (100) | Baik (75) | Kurang Baik (50) | Tidak Baik (25) |
|---|
1 | Kesesuaian respon dengan pertanyaan |
|
|
|
|
2 | Keserasian pemilihan kata |
|
|
|
|
3 | Kesesuaian penggunaan tata bahasa |
|
|
|
|
4 | Pelafalan |
|
|
|
|
Kriteria penilaian (skor)
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)
Instrumen Penilaian Diskusi
No | Aspek yang Dinilai | 100 | 75 | 50 | 25 |
|---|
1 | Penguasaan materi diskusi |
|
|
|
|
2 | Kemampuan menjawab pertanyaan |
|
|
|
|
3 | Kemampuan mengolah kata |
|
|
|
|
4 | Kemampuan menyelesaikan masalah |
|
|
|
|
Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll
Instrumen Penilain
No | Aspek yang Dinilai | 100 | 75 | 50 | 25 |
|---|
1 |
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :
Jelaskan tentang Momen Gaya dan Inersia!
Jelaskan tentang Kesetimbangan dan Titik Berat!
Jelaskan tentang Momentum Sudut!
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : ……………………………………………..
Kelas/Semester : ……………………………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………………………..
Ulangan Harian Ke : ……………………………………………..
Tanggal Ulangan Harian : ……………………………………………..
Bentuk Ulangan Harian : ……………………………………………..
Materi Ulangan Harian : ……………………………………………..
(KD / Indikator) : ……………………………………………..
KKM : ……………………………………………..
No | Nama Peserta Didik | Nilai Ulangan | Indikator yang Belum Dikuasai | Bentuk Tindakan Remedial | Nilai Setelah Remedial | Keterangan |
|---|
1 |
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
Dst |
|
|
|
|
|
|
Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :
Membaca buku-buku tentang Momen Gaya, Inersia, Kesetimbangan Benda Tegar, Titik Berat, dan Momentum Sudut.
Mencari informasi secara online tentang penerapan Momen Gaya, Inersia, Kesetimbangan Benda Tegar, Titik Berat, dan Momentum Sudut
……………, 25 Juli 2019
Mengetahui
Kepala SMAN …………. Guru Mata Pelajaran
…………………………………… …………………………………….
NIP/NRK. NIP/NRK.
Catatan Kepala Sekolah
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
MATERI AJAR
Momen Gaya (T = Torsi)
Momen gaya adalah suatu ukuran kefektifan sebuah gaya yang bekerja pada benda untuk memutar benda tersebut terhadap titik poros tertentu. Besarnya momen gaya dapat dirumskan dengan:
T=Frsin
Jadi, Torsi atau Momen Gaya adalah hasil kali gaya dengan jarak suatu titik ke garis kerja gaya .
Arah momen gaya memenuhi kaidah tangan kanan, dimana genggaman jari menyatakan arah rotasi dan ibu jari sebagai arah momen gaya.
Arah momen gaya searah jarum jam diber tanda negative
Arah momen gaya berlawanan dengan arah jarum jam diberi tanda positif
Momen Inersia
Momen Inersia adalah hasil kali massa (m) dengan kuadrat jarak dari sumbu putar (r2). Jika kuadrat jarak dari sumbu putar hanya satu dapat menggunakan rumus :
I=mr2
Hubungan antara Momen Gaya dan Momen Inersia
F = m.a → Translasi
T = F x r → Rotasi
Hukum II newton : T = m.α
F = m.aT
F = m.r.α
F r = m.r.α.r
T = mr².α
T = I.α
Benda Tegar
Benda tegar adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia Fisika untuk menyatakan suatu benda yang tidak akan berubah bentuknya setelah diberikan suatu gaya pada benda itu. Pada sebuah benda tegar, setiap titik harus selalu berada pada jarak yang sama dengan titik-titik lainya.
Kesetimbangan Benda Tegar
Kesetimbangan terbagi tiga yaitu :
Statik ( ∑F = 0 ; a = 0 )
Dinamik ( a = 0 ; v = konstan )
Benda tegar dikatakan berada dalam kesetimbangan statik jika jumlah gaya yang bekerja pada benda itu sama dengan nol dan jumlah torsi terhatad sembarang titik pada benda tegar itu sama dengan nol
Keseimbangan Tiga Gaya
Momentum Sudut
Momentum sudut merupakan besaran vektor. Momentum sudut didefinisikan sebagai hasil perkalian silang antara vektor r dan momentum linearnya. Arah momentum sudut dari suatu benda yang berotasi dapat ditentukan dengan kaidah putaran sekrup atau dengan aturan tangan kanan.
P=m.v
L = m.vr → v = .r
L = m. .r.r
L = m.r².
Hubungan antara momentum sudut dengan momen inersia yaitu:
Dengan ω merupakan kecepatan anguler benda:
L=Iω
Komentar
Posting Komentar